Tobapos -- Putusan Mahkamah Agung yang memenangkan salah satu kubu Partai Golkar beberapa waktu lalu, menurut politisi Partai Golkar Mukhamad Misbakhun merupakan kado kemenangan Partai Golkar di bulan Muharam. Hal inilah yang membuat Misbakhun makin cinta sama partai berlambang beringin ini.
"Saya makin cinta sama Golkar. Kenapa? Dengan momen Muharam ini, Golkar kembali menyatu," katanya di sela-sela acara Peduli Anak Yatim Piatu dan Dhuafa Bersama Mukhamad Misbakhun di Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Minggu (01/11/2015).
Dengan kemenangan ini, Misbakhun berharap Partai Golkar bisa kembali berkarya untuk bangsa Indonesia. Dirinya juga berharap kedua kubu Partai Golkar segera bersatu demi kepentingan rakyat Indonesia.
"Kalau Golkar ini menyatu, insyaallah negara akan aman," terangnya.
Saat ditanya wartawan mengenai polemik pencopotan baliho ucapan selamat kepada pelaksana tugas Walikota Pasuruan, Misbakhun mengatakan ada pemahaman kurang lengkap terkait pesan pada baliho tersebut.
Menurutnya, harus ada koridor tentang ketentuan yang seharusnya ruang itu masih ada. Kalau ruang itu ditutup, sambung dia, maka demokrasi akan mati.
"Saya berbicara tentang demokrasi. Demokrasi yang baik yang sehat untuk pendidikan masyarakat," tegasnya.
Tidak puas dengan sikap Panwas yang mencopot baliho tersebut, Misbakhun akan mengadukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
"Saya akan adukan Panwas ke DKPP. Panwas tidak bisa mengartikan simbol pesan itu dengan pemahaman yang benar," cetusnya. (rilis)
"Saya makin cinta sama Golkar. Kenapa? Dengan momen Muharam ini, Golkar kembali menyatu," katanya di sela-sela acara Peduli Anak Yatim Piatu dan Dhuafa Bersama Mukhamad Misbakhun di Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Minggu (01/11/2015).
Dengan kemenangan ini, Misbakhun berharap Partai Golkar bisa kembali berkarya untuk bangsa Indonesia. Dirinya juga berharap kedua kubu Partai Golkar segera bersatu demi kepentingan rakyat Indonesia.
"Kalau Golkar ini menyatu, insyaallah negara akan aman," terangnya.
Saat ditanya wartawan mengenai polemik pencopotan baliho ucapan selamat kepada pelaksana tugas Walikota Pasuruan, Misbakhun mengatakan ada pemahaman kurang lengkap terkait pesan pada baliho tersebut.
Menurutnya, harus ada koridor tentang ketentuan yang seharusnya ruang itu masih ada. Kalau ruang itu ditutup, sambung dia, maka demokrasi akan mati.
"Saya berbicara tentang demokrasi. Demokrasi yang baik yang sehat untuk pendidikan masyarakat," tegasnya.
Tidak puas dengan sikap Panwas yang mencopot baliho tersebut, Misbakhun akan mengadukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
"Saya akan adukan Panwas ke DKPP. Panwas tidak bisa mengartikan simbol pesan itu dengan pemahaman yang benar," cetusnya. (rilis)





No comments:
Post a Comment