Tobapos -- Seratusan pemuda yang tergabung dalam Komunitas Tigalimapuluh menggelar aksi damai di sekitar pembangkit listrik tenaga hibrid kawasan Pantai Baru Pandansimo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat.
"Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kampanye atas penggunaan energi terbarukan, dan menolak penggunaan bahan bakar fosil," kata Koordinator Humas Komunitas Tigalimapuluh Hermitianta di sela-sela aksi itu di Bantul.
Menurut dia, kampanye pemanfaatan energi baru terbarukan yang diikuti sebanyak 110 pemuda dari berbagai daerah di Indonesia itu merupakan rangkaian dari Workshop komunitas di Wildlife Center Pengasih, Kulon Progo mulai 20-23 Maret.
"Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kampanye atas penggunaan energi terbarukan, dan menolak penggunaan bahan bakar fosil," kata Koordinator Humas Komunitas Tigalimapuluh Hermitianta di sela-sela aksi itu di Bantul.
Menurut dia, kampanye pemanfaatan energi baru terbarukan yang diikuti sebanyak 110 pemuda dari berbagai daerah di Indonesia itu merupakan rangkaian dari Workshop komunitas di Wildlife Center Pengasih, Kulon Progo mulai 20-23 Maret.
"Kegiatan digelar dalam rangka memperingati International Day of Forest (Hari Kehutanan Internasional), dan salah satu acara dalam workshop ini berkunjung di pembangkit listrik tenaha hibrid (PLTH) Pandansimo," katanya.
Ia mengatakan, kegiatan 'workshop' bertujuan untuk memberikan pembekalan bagi seluruh anggota komunitas, terutama, mengenai bagaimana cara memerangi perubahan iklim, karena pembangkit listrik di Indonesia masih memanfaatkan bahan bakar fosil berupa batubara.
Materi tersebut kata dia, sejalan dengan semangat hari kehutanan internasional tahun ini yang mengusung tema 'hutan adalah masa depan kita'.
Menurut dia, PLTH di Pantai Baru Pandansimo merupakan salah satu percontohan yang perlu ditiru, bahkan seharusnya dikembangkan, karena dengan memadukan tenaga angin dan surya, PLTH di Pandansimo dinilai mampu sebagai pelopor energi terbarukan.
"Batubara diperoleh dengan cara menggunduli hutan, maka marilah beralih menggunakan energi baru dan terbarukan ini, sebab dengan beralih menggunakan PLTH ini perubahan iklim akibat pengundulan hutan di Indonesia dapat dihindari," katanya.
Sementara itu, salah satu petugas bagian penelitian dan pengembangan (Litbang) PLTH Pantai Baru Pandansimo, Kriswantoro mengatakan, selain dapat membantu kelistrikan di seluruh area pantai keberadaan PLTHtersebut juga mampu mendongkrak sektor pariwisata.
"PLTH sangat cocok dikembangkan di Pandansimo yang bertujuan menekan penggunaan bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik, selain ramah lingkungan (PLTH) biayanya juga sangat murah," katanya yang menyebutkan ada sekitar 34 PLTH di kawasan pantai tersebut. (ant/adm)
Ia mengatakan, kegiatan 'workshop' bertujuan untuk memberikan pembekalan bagi seluruh anggota komunitas, terutama, mengenai bagaimana cara memerangi perubahan iklim, karena pembangkit listrik di Indonesia masih memanfaatkan bahan bakar fosil berupa batubara.
Materi tersebut kata dia, sejalan dengan semangat hari kehutanan internasional tahun ini yang mengusung tema 'hutan adalah masa depan kita'.
Menurut dia, PLTH di Pantai Baru Pandansimo merupakan salah satu percontohan yang perlu ditiru, bahkan seharusnya dikembangkan, karena dengan memadukan tenaga angin dan surya, PLTH di Pandansimo dinilai mampu sebagai pelopor energi terbarukan.
"Batubara diperoleh dengan cara menggunduli hutan, maka marilah beralih menggunakan energi baru dan terbarukan ini, sebab dengan beralih menggunakan PLTH ini perubahan iklim akibat pengundulan hutan di Indonesia dapat dihindari," katanya.
Sementara itu, salah satu petugas bagian penelitian dan pengembangan (Litbang) PLTH Pantai Baru Pandansimo, Kriswantoro mengatakan, selain dapat membantu kelistrikan di seluruh area pantai keberadaan PLTHtersebut juga mampu mendongkrak sektor pariwisata.
"PLTH sangat cocok dikembangkan di Pandansimo yang bertujuan menekan penggunaan bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik, selain ramah lingkungan (PLTH) biayanya juga sangat murah," katanya yang menyebutkan ada sekitar 34 PLTH di kawasan pantai tersebut. (ant/adm)
No comments:
Post a Comment