Tobapos -- PT Pertamina harus mengambilalih blok Migas Mahakam dari Total E&P Indonesia (Perancis) dan Inpex Corporation (Jepang) untuk menambah produksi minyak nasional dan cadangan minyak nasional, setelah pemerintah menaikkan harga BBM belakangan ini.
"Setelah pemerintah menaikkan harga BBM maka selanjutnya pemerintah harus segera mengalihkan penguasaan blok Mahakam kepada Pertamina. Blok Mahakam yang telah dikuasai dan dieksploitasi oleh Total E&P dan Inpex Corporation selama 50 tahun. Dan akan berakhir tahun 2017," kata ketua umum AK3S (Asosiasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama) Tri Haryadi, di Jakarta, Jumat.
Mengapa harus diserahkan ke Pertamina walaupun Total E&P telah mengajukan permohonan perpanjangan Ketua AK3S Tri menjelaskan, dengan Pertamina menguasai blok Mahakam maka produksi minyak nasional akan meningkat. Otomatis pendapatan Migas juga akan naik. Selain itu, cadangan minyak nasional juga akan naik.
"Hal itu akan sangat membantu keuangan negara untuk meningkatkan ekspor Migas dan pendapatan devisa dari Migas karena cadangan dan produksinya sudah sangat jelas.
"Setelah pemerintah menaikkan harga BBM maka selanjutnya pemerintah harus segera mengalihkan penguasaan blok Mahakam kepada Pertamina. Blok Mahakam yang telah dikuasai dan dieksploitasi oleh Total E&P dan Inpex Corporation selama 50 tahun. Dan akan berakhir tahun 2017," kata ketua umum AK3S (Asosiasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama) Tri Haryadi, di Jakarta, Jumat.
Mengapa harus diserahkan ke Pertamina walaupun Total E&P telah mengajukan permohonan perpanjangan Ketua AK3S Tri menjelaskan, dengan Pertamina menguasai blok Mahakam maka produksi minyak nasional akan meningkat. Otomatis pendapatan Migas juga akan naik. Selain itu, cadangan minyak nasional juga akan naik.
"Hal itu akan sangat membantu keuangan negara untuk meningkatkan ekspor Migas dan pendapatan devisa dari Migas karena cadangan dan produksinya sudah sangat jelas.
Pendapatan itu akan sangat berguna bagi pemerintah untuk dana pendidikan dan kesehatan yang gratis dan murah, serta pembangunan infrastruktur termasuk membangun poros maritim dunia," tambah Tri.
Yang penting adalah, pemerintah menunjuk Pertamina yang mengelola blok Migas Mahakam. Setelah itu, Pertamina akan kerja sama bisnis dengan Total dan Inpex, atau perusahaan Migas asing lainnya dalam eksploitasi, yang penting penguasaan dan keuntungannya lebih besar kepada Pertamina dan negara.
Sementara itu, Sekjen AK3S Erwin Lebe mengatakan bahwa Pertamina telah siap mengambilalih blok Migas Mahakam. "Bangsa Indonesia khususnya Pertamina siap, baik itu sumber daya manusia, teknologi eksploitasi, termasuk keuangannya."
"Total E&P telah mengajukan permohonan perpanjangan kontrak blok Mahakam kepada pemerintah. Itu menunjukkan bahwa potensi cadangan, produksi, dan keuntungan masih sangat besar di blok Mahakam. Jadi sebaiknya pemerintah berikan kepada Pertamina," kata Erwin.
Selain sangat menguntungkan secara finansial, pengelolaan blok Mahakam kepada Pertamina akan menguntungkan dari segi transfer teknologi dan kapasitas para ahli perminyakan Indonesia, tambah Sekjen AK3S Erwin.
Ditambahkan, menurut data AK3S, antara tahun 2017 - 2020, ada 26 blok yang punya cadangan dan produksi Migas akan habis kontraknya. Semuanya sebaiknya diserahkan kepada perusahaan Migas Indonesia.
Asosiasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (AK3S) yang baru terbentuk tanggal 21 Oktober 2013 dan telah memiliki 128 anggota perusaahaan Migas nasional dan asing. "Anggota kami adalah para perusahaan yang mendapatkan kontrak dari SKK Migas," ujar Tri Haryadi. (ant/adm)
No comments:
Post a Comment